kukirim cinta
pada percik hujan yang habis bekerja
di lembar daun dan di lapang atap.
dalam sepi, cintaku menjelma luka,
yang menguliti dzikirku
pada bercak cahaya di jendela,
ku sematkan hangatnya kangen,
samarnya yang lewat di kerling
matamu, semoga kau tangkap,
aku ingin jejalkan dalam-dalam di
batinmu, sembari gemeretak,
dalam berbisik;
"jika cinta mengirim tanda, hanya ada dua;
merenggutnya lekat-lekat,
atau melepaskannya; dan kita
ditempeleng cinta sampai tua…"
KUKIRIM CINTA
Diposting oleh
Ariwanto Aslan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar