puisi lama

kenangan, sebutlah demikian
karena kini hanya tinggal cerita dan bualan-bualan
omong kosong penuh permainan
dan sajak-sajak yang lumer dimakan rayap
tanpa kisah, tanpa cinta
tanpa aku dan kamu lagi…
230109190509

MENGENALMU, MELUPAKANMU

saat aku merindu
logikaku tak seiring waktu
saat aku merindu
pikiranku hilang
tak sanggup memikirkanmu

semua tampak nyata dalam otakku
indah dalam pemahamanku
memikat dalam ingatan dan mimpiku
namun segalanya tiada
tak satu pun pengobat rindu di pelukanku

ku putuskan untuk melupakanmu
melepasmu dari ikatan ada dan tiada
lepas terbang bebas bersama derita
ku iringi dengan lantunan doa cinta
hanya agar kau raih bahagia

sekarang disini, aku
sendiri
dalam hening dan sepi, memujamu
tetap merindukanmu
tanpa ingin mengingatmu lagi

mataku terpejam
telinga dan bibirku terbungkam
namun kenapa hati bercahaya?
terpana karena makrifat pesona

aku bertanya dan terjawab dalam hening doa
aku melihat cahaya dalam kekusutan cinta
aku mendengar lantunan melodi tanpa suara
aku mencium aroma yang belum pernah ada
cintamu telah mengajari semua hal tentang cinta

sekarang aku pahami
mencintai makhluk-Nya adalah cara mencintai-Nya
dan membuatmu bahagia
adalah sama dengan membuat-Nya bahagia
maka ku berserah, bersujud… berdoa
alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah…

0306-24062011

KUKIRIM CINTA

kukirim cinta
pada percik hujan yang habis bekerja
di lembar daun dan di lapang atap.
dalam sepi, cintaku menjelma luka,
yang menguliti dzikirku
pada bercak cahaya di jendela,
ku sematkan hangatnya kangen,
samarnya yang lewat di kerling
matamu, semoga kau tangkap,
aku ingin jejalkan dalam-dalam di
batinmu, sembari gemeretak,
dalam berbisik;
"jika cinta mengirim tanda, hanya ada dua;
merenggutnya lekat-lekat,
atau melepaskannya; dan kita
ditempeleng cinta sampai tua…"

RIWAYAT KITA SEPERTI DUA SUNGAI MENUJU SAMUDERA

kita adalah dua sungai satu mata air dan mengalir
membelah bebatu
menuju samudera yang satu
kita tak tahu kapan alir kita ketemu
sebagai sungai kita tak pernah tahu
tapi samudera, ia begitu mengenal kita
sebagaimana mata air yang melahirkan kita

diantara dua sungai hanya ada lagu-lagu
yang kerap menumbuhkan rindu
dan rindu itu bercecabang
yang oleh waktu
sebagian hilang sebagian menjadi kenangan
delta-delta dan daratan

aku tahu kau ada
entah di sebelah mana dari tubuhku
aku pun demikian
sebagai sungai kita tak punya banyak bahasa
untuk saling mengatakan cinta atau apa saja
kita hanya harus terus mengalir
menggulirkan perasaan-perasaan
yang mungkin berlebihan
tapi benar dan menggetarkan

sebab kita sungai
selalu penuh kelokan dan tipuan…

TAK INGIN

rindu
membelenggu dalam kesepian malam
terlalu sayang untuk dilepaskan

aku tak ingin kehilangan semua perasaan…