Tampilkan postingan dengan label Sebelum Tiada Lagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebelum Tiada Lagi. Tampilkan semua postingan

MENGENALMU, MELUPAKANMU

saat aku merindu
logikaku tak seiring waktu
saat aku merindu
pikiranku hilang
tak sanggup memikirkanmu

semua tampak nyata dalam otakku
indah dalam pemahamanku
memikat dalam ingatan dan mimpiku
namun segalanya tiada
tak satu pun pengobat rindu di pelukanku

ku putuskan untuk melupakanmu
melepasmu dari ikatan ada dan tiada
lepas terbang bebas bersama derita
ku iringi dengan lantunan doa cinta
hanya agar kau raih bahagia

sekarang disini, aku
sendiri
dalam hening dan sepi, memujamu
tetap merindukanmu
tanpa ingin mengingatmu lagi

mataku terpejam
telinga dan bibirku terbungkam
namun kenapa hati bercahaya?
terpana karena makrifat pesona

aku bertanya dan terjawab dalam hening doa
aku melihat cahaya dalam kekusutan cinta
aku mendengar lantunan melodi tanpa suara
aku mencium aroma yang belum pernah ada
cintamu telah mengajari semua hal tentang cinta

sekarang aku pahami
mencintai makhluk-Nya adalah cara mencintai-Nya
dan membuatmu bahagia
adalah sama dengan membuat-Nya bahagia
maka ku berserah, bersujud… berdoa
alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah…

0306-24062011

KUKIRIM CINTA

kukirim cinta
pada percik hujan yang habis bekerja
di lembar daun dan di lapang atap.
dalam sepi, cintaku menjelma luka,
yang menguliti dzikirku
pada bercak cahaya di jendela,
ku sematkan hangatnya kangen,
samarnya yang lewat di kerling
matamu, semoga kau tangkap,
aku ingin jejalkan dalam-dalam di
batinmu, sembari gemeretak,
dalam berbisik;
"jika cinta mengirim tanda, hanya ada dua;
merenggutnya lekat-lekat,
atau melepaskannya; dan kita
ditempeleng cinta sampai tua…"

RIWAYAT KITA SEPERTI DUA SUNGAI MENUJU SAMUDERA

kita adalah dua sungai satu mata air dan mengalir
membelah bebatu
menuju samudera yang satu
kita tak tahu kapan alir kita ketemu
sebagai sungai kita tak pernah tahu
tapi samudera, ia begitu mengenal kita
sebagaimana mata air yang melahirkan kita

diantara dua sungai hanya ada lagu-lagu
yang kerap menumbuhkan rindu
dan rindu itu bercecabang
yang oleh waktu
sebagian hilang sebagian menjadi kenangan
delta-delta dan daratan

aku tahu kau ada
entah di sebelah mana dari tubuhku
aku pun demikian
sebagai sungai kita tak punya banyak bahasa
untuk saling mengatakan cinta atau apa saja
kita hanya harus terus mengalir
menggulirkan perasaan-perasaan
yang mungkin berlebihan
tapi benar dan menggetarkan

sebab kita sungai
selalu penuh kelokan dan tipuan…

masalahnya...hanya cinta

I

sementara ini hanyalah dongeng
yang pasti dilupakan mereka yang jatuh cinta
karena gravitasi tak berpengaruh pada mereka
juga bunga-bunga yang merekah...

yang ada hanya labirin
hidup yang berputar pada kenyataan memusingkan

sementara semua inginkan cinta
juga menjadi cinta

dan terciptalah labirin...

memusingkan mereka dalam cinta
menggila dalam masalah sederhana
memenjara mereka dalam kurungan angan semata



II

... masalahnya tidak ada kuda sembrani
atau Leprechaun yang berlari melangkahi pelangi

dan labirin adalah labirin

dengan tanah merah yang liat tempat kaki menjejaki
matahari buat ku kering sendiri
disini menjadi sekedar 'ari'
dan kaki-kaki makin terpatri
kita bisa apa lagi?

dan labirin adalah labirin

bukan tongkat sihir dan jentik jari
yang mampu mengurai setiap rumit hilang sendiri



III

...dan hingga tiba masanya
yang lambat menjejak gravitasi dunia
mungkinkah?

sementara semua merpati menjadi sesengit matahari
mengeringkan air rindu
hingga menjadi sekedar catatan buku
yang dibaca anak-anak menjelang tidurku

dan labirin tetap labirin

dimana abrakadabra menjadi dusta
memusingkan kepala dengan riuh tawa
dan terkadang sesenggukan air mata

kita harus senantiasa percaya
bahwa cinta memang bisa mengatasi segalanya...
karena bukankah tuhan pun menciptakan kita dengan cinta??

aku ingin menjadi gila

bagian I

aku ingin menjadi gila
saat melihatmu bersamanya
dalam pakaian pengantin pula !!
aku ingin menjadi gila !!

jujur aku tak rela
jujur aku tak terima
kau bahagia bersamanya(?)
sementara aku disini terluka

luka seperti ini bisa membuat pria menjadi 'okama'
tapi aku tak ingin..aku hanya ingin menjadi gila
lalu dengan kegilaanku yang baru
semoga kutemukan penggantimu..


bagian 2

lagi-lagi aku ditendang !!
paradox labirin dari cinta & sayang

dulu,
ku selalu menggambar bintang-bintang
malam, untuk menemanimu
dengan dongeng² & lantunan ayat²
cinta dari Rumi dan Sa'di

tapi kini..
haruskah semua berhenti
sementara catatan tentangmu
masih melayang dalam angkasa otakku
mencari cara bagaimana menuliskanmu

dan kini..
ku harus mendongeng untuk siapa lagi??


bagian 3

pengantinku..
bukan menjadi pengantinku

bersamanya telah duduk
seorang pangeran yang tampannya hampir tak sepadan
denganku
lalu aku terduduk
di atas sajadahku yang membeku

haruskah ku hapus namamu dari daftar doa' ku?
sementara aku tetap tak tau
apakah benar semua terjadi karena salahku?
atau kau yang memang tak mau menunggu?
sebentar lagi waktu..

pengantinku..
karena dirimu ku menjadi 'pria'
karena dirimu ku memaknai cinta



::kesimpulan ::
~~ada saat² ktk hidup menuntunku ke dalam krisis, aku terpisah dari hal² yg kucintai. ini yg kemudian kurefleksikan ke dlm diriku.
aku memeriksa diriku sendiri, apakah sedang menunaikan perintah Tuhan, ataukah sekedar bertindak egois. bila perbedaan ini benar² mjd bagian jalan hidupku, maka aku menerimanya tnp keluhan.
^^22 januari 2011

When you walked into my world

When you walked into my world

I was someone else's
Every time you look in my eyes
All that I felt somehow dies

Can't you see what you're doing to me?

Don't look at me with that smile
Don't act like everything's fine
Stop putting dreams in my head
When I should've thought of her instead

When you say the things you do
It makes me want to be with you
And every time that she kisses me
You are always what I see

You make me forget about her

bagaimana mengukur rindu?

pagi ini mendung masih menyapa
aku masih terjebak dalam gores sebatang pena & kertas tipis di sudut jendela
ternyata bukan hal mudah mengabjadkan pikiran, apalagi jika itu berurusan dengan dirimu
menulis tidak pernah sesederhana mengolah garis
sementara rinduku bukan hanya bentuk, tapi juga warna, kata, & setumpuk remuk redam ingatan yg sibuk bertukar-sangka
aku tidak sempat bertanya siapa dirimu, pun sekadar mengeja namamu dalam ingatku
tapi untuk setiap catatan yang aku buat, dirimu sudah selalu hadir menyerupai tanda seru
aku tak percaya bahwa rasa sakit adalah sisi lain dari rindu
aku stuju bahwa apa yang ada tidak harus selalu kubaca sebagai luka
hanya saja apa yang tak mampu kuuraikan bisa saja membunuhku
& itu adalah dirimu...

barangkali untuk setiap kenangan selalu ada waktu untuk terlupakn
tapi tidak kali ini, tidak rasa ini
di pelupuk mataku sudah tumbuh pelangi sejak dirimu menjemput sunyi
tapi itu pula yang sering membuatku mati iseng oleh riuh tatapku sendiri
aku tak kunjung mengerti mengapa kalimatku retak sebelum utuh rinduku tercatat
sedang apa yang perlu kukutip, dari mendung, awan, tanah berbatu, dan senja yang kelabu
telah tersisipkan dalam catatanku...
luruhku diam, lirihku kusam, & rinduku semakin muram..
lalu bagaimana mengukur rindu?